Mengapa sulit menumbuhkan minat belajar dan minat baca ?

Menumbuhkan minat adalah satu hal yang tak mudah dan juga tak sulit, tak mudahnya karena ini menyangkut banyak faktor dan tak sulitnya jika dalam diri seseorang sudah ada niatan yang kuat dan tekad yang bulat. Minat sangat memperngaruhi proses belajar. Seorang yang punya minat lebih akan rajin dan giat belajar sebab ia punya rasa penasaran yang lebih besar daripada teman temannya yang hanya sekedar memenuhi kewajiban datang kesekolah.

Minat juga sangat mempengaruhi ketertarikan seseorang pada buku, kalau orang sebut minat baca. Untuk menumbuhkan minat baca seseorang harus punya minat terlebih dulu. Misalnya dia minat tentang internet maka secara otomatis dia akan mencari buku-buku yang berkaitan dengan internet untuk dibaca.
minat belajar dan minat baca
Hal ini bisa diterapkan didunia pendidikan untuk menumbuhkan minat belajar dan minat baca anak / siswa, lebih lanjut Menurut Efendi dalam (Tomi Darmawan,2007), minat dapat ditumbuhkan dengan cara :
  1. Membangkitkan suatu kebutuhan, misalnya kebutuhan untuk menghargai, keindahan, dan mendapatkan penghargaan
  2. Menghubungkan dengan pengalaman-pengalaman yang lampau
  3. Memberikan kesempatan untuk mendapatkan hasil yang baik karena mengetahui kesuksesan yang diperoleh akan menimbulkan kepuasan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat
Anne, Super, dan Crites dalam (Susilaningsih,1993:15) berpendapat bahwa minat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
  1. Sosial ekonomi
  2. Pemilihan kejuruan (vocational)
  3. Jenis kelamin
  4. Umur
  5. Pengalaman
  6. Keturunan
Ada kalanya seseorang tidak jadi minat akan sesuatu karena faktor sosial atau ekonomi, dia merasa bahwa hal tersebut tidaklah mungkin untuk dia dapatkan atau dia miliki.

Itulah beberapa hal tentang menumbuhkan minat baca dan minat belajar siswa. Ada hal menarik yang mungkin belum ada selama ini yaitu minat belajar anak ditentukan oleh metode guru mengajar, penampilan guru dan juga mata pelajaran itu sendiri.

Siswa akan tertarik untuk belajar jika metode yang diajarkan oleh guru itu menarik, tidak membosankan dan dibawakan dengan suasana ceria sehingga siswa tidak bosan dan tidak ngantuk, jadi tak ada lagi julukan guru killer.

Atau mungkin pengajar bisa memperbaiki dan meningkatkan penampilan, biasanya guru yang tampan dan cantik lebih diperhatikan ketika mengajar, hanya karena hal ini siswa bisa mengabaikan metode mengajar guru yang sebenarnya membosankan atau mata pelajaran yang sebenarnya dia tidak suka.

Terakhir adalah minat belajar siswa terhadap pelajaran, jika seorang siswa sudah suka pelajaran matematika maka dia akan menyukai pengajarnya beserta metode pengajarannya dia sibuk memperhatikan hal-hal menarik yang ada dalam pelajaran matematika tersebut.